Selasa, 27 November 2012

Wawancara



Pak Widodo Waluyo merupakan seorang guru bimbel fisika yang mengajar di Ganesha Operation,  dia telah menekuni pekerjaan sebagai guru  sekitar 12 tahun dari tahun 2002, Beliau beralamat di Regensi 2 blok HH no. 20, Cibitung. Umur beliau 35 tahun, Beliau sudah menikah dan memiliki dua orang anak.
Banyak pengalaman yang dirasakan Pak Widodo baik suka maupun duka. Yang menyenangkan seperti  ketika anak-anak yang belajar dengan beliau sudah memiliki motivasi yang cukup besar dalam belajar. Karena menurutnya anak yang pergi bimbel dari rumah itu sudah berniat untuk menuntut ilmu selain karena fasilitas yang cukup memadai juga disebabkan buku modul yang gampang dimengerti dan dipahami, sehingga saat pak Widodo mengajar anak-anak akan antusias, itulah alasan mengapa Pak Widodo senang mengajar sebagai guru. Disamping itu karena teman-teman pak widodo yang mengajar sebagai guru juga bersahabat. Menurut Pak Widodo gaji beliau juga sudah mencukupi kehidupannya.
Yang kadang dijadikan masalah ialah anak-anak yang diajar pak Widodo itu bersifat heterogen, yang artinya dari berbeda sekolah, pergaulan, sehingga keinginan masing-masing anak dalam belajar juga berbeda-beda, dan Pak Widodo harus dapat menyamaratakan anak-anak tersebut, yang  kadang menyebabkan beliau agak sukar dalam menyetarakannya. Meskipun Pak Widodo merupakan guru yang taat kepada peraturan, beliau kurang menyukai peraturan yang mengharuskan guru laki-laki mengenakan dasi walaupun menurut beliau peraturan tersebut memang benar dengan maksud untuk mendisplinkan dalam berpakaian.
Pesan Pak Widodo untuk Anak-anak di Indonesia, Belajarlah selagi masih muda, seperti dalam pribahasa “No Success No Pay” yang artinya tidak akan ada kesuksesan jika tidak ada usaha. Kita harus serius dalam belajar untuk mencapai cita-cita yang tinggi.